Gurau inilah awalnya
Menerbitkan sapa tatkala jumpa
Menerangi tawa tanpa lelah
Menenggelamkan lamunan kala malam
Semua ini diluar hitungan
Rasa rindu yang kian berat
Rasa pilu yang imajiner
Tanpa pembuktian simpulan
Mulai dari ketidaksengajaan
Bahkan keengganan
Menetaskan kepedulian
Menggantungkan asa pengharapan
Mengapa harmoni kian menghampiri?
Seolah mengunci langkah kita
Kanan kirinya senantiasa beriringan
Lupalah pada kerikil jalanan
Seolah lelah hanya bayangan
Hitam dianggap tak berarti
Lupalah ia sebenarnya adanya
Selalu mengiringi tanpa henti
Padahal hati berkata ragu
Tak seyakin yang lalu
Takut terlalu rajin menyapa
Sendu pun membelenggu
Kuurai benang semrawut
Malah mengiris melukai jari
Lama dan sulit terjadi
Belum hanya pasti terjadi
Aku terlanjur mengambil langkah
Memijakkan kaki untuk maju
Yang Maha Penyayangku
Sertai aku dan langkahku
Sudahi saat ini
Jika pasti hanya angan
Aku lelah terjerat
Membebaskan bulir dari mata
Sumedang, 14 Maret 2017
Ketika rasa signifikan memuncak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman
Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...
-
Allāh ﷻ telah mengabarkan di dalam Al Qurān bahwa Allāh ﷻ memiliki nama dan sifat. Allāh ﷻ berfirman : ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﺄَﺳۡﻤَﺎٓﺀُ ﭐﻟۡﺤُﺴۡﻨَﻰ ...
-
Gurau inilah awalnya Menerbitkan sapa tatkala jumpa Menerangi tawa tanpa lelah Menenggelamkan lamunan kala malam Semua ini diluar hitun...
-
Kala gelaran siang digulung malam Pecah kepala menelusuri jalan Jengkal peristiwa kala bumi berotasi Rinci, mencoba tak melewatkan detil ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar