Sosis 1? Bukan lagi pesen sosis kok. Sosis itu istilah pendek yang biasa Rara dan beberapa teman gunakan untuk Sosialisasi. Kenapa sosis? Biasalah yang namanya manusia, mau gampang. OK kita mulai.
Di hari kamis 27 Maret 2014 yang sebenarnya hari yang biasa untuk kebanyakan orang namun tidak untuk Rara. Sejak hari senin, sebenarnya dia sudah merasa tidak nyaman dan tampak chaos dengan hidupnya sendiri. Ini karena sosis. Iya amanahnya yang harus dipenuhi dan bukan hanya sekali tapi berkali-kali :). Entahlah, sebenarnya sosis itu ya begitu-begitu saja. Namun, karena dia tipe orang yang terkadang panikan, hal lumrah ini jadi terkesan begitu meng-chaoskan. Takut gak maksimal persiapannya, takut apa yang disampaikan membingungkan, takut yang datang sedikit, ah intinya takut mengecewakan.
Setelah berkutat dengan pikiran-pikiran yang meng-chaoskan bahkan sampai ke alam mimpi, akhirnya hari Kamis yang dinanti tiba. Excelent! Hahaha. Kayaknya Allah emang selalu punya cara membuat hamba-Nya kuat. Hari kamisnya yang harus diisi dengan Praktikum Eksperimen IB dan Praktikum Elektronika Dasar II ini, justru terjadi sesuatu yang berbeda. Jurnal Eldas yang biasanya dikumpulkan hari Jumat, hari itu tiba-tiba harus dikumpulkan sore itu juga. Kenapa? Biasalah ada hal tak terduga yang sesi kelompoknya lakukan yang akhirnya berujung dengan konsekuensi begitu. Jadwal praktikum yang harus berlanjut menuntutnya untuk menyelesaikan jurnalnya di sela menunggu praktikum Eksper. Ya seperti yang tadi ditulis, Allah selalu tahu cara membuat hamba-Nya kuat untuk menyelesaikan jurnalnya. Haha, H-1 menit jurnal selesai meski tetap harus dibantu Adil.
Eksper selesai dengan cukup aman. Tapi chaos dimulai lagi gara-gara laptop yang akan digunakan untuk sosis dititipkan ke Adil. Adli yang ditelepon susah, apalagi disms kemungkinan untuk dibalas kecil. Akhirnya dengan lapar dan kecemasan yang tinggi, Rara mencoba mencari Adil ke markasnya di Caldera. Yes ketemu! Berasa dapet duren runtuh tahu gak sih. Dengan sedikit omelan gara-gara telepon yang tidak diangkat, dia memaksa Adil untuk segera menyudahi aktivitasnya dengan si laptop. Laptop dapat, ah alhamdulillah aman. Waktu sudah hampir dekat dengan waktu sosialisasi tapi Ruhim yang akan dijadikan tempat pelaksanaan masih sepi. Sebenarnya, di dalam hatinya, Rara masih chaos tapi mencoba tenang untuk menenangkan diri sendiri. Di sela menunggu ternyata ada kabar bahwa Bapak Pembina juga akan hadir di sosis. Eh tapi jadinya cuma menyampaikan informasi saja gara-gara forumnya belum hadir.
Sosialisasi dimulai. Awalnya Rara masih merasa chaos dan kurang nyaman. Dia masih sering bisik-bisik ke Bayu saat presentasi. Tapi semua mulai berubah saat Negara Api menyerang, eh gak deh maksudnya saat pertanyaan pertama dia jawab. Sosis berlangsung dengan sangat nyaman dan menyenangkan. Biasanya gak seperti ini, tapi sosis 1 ini memang berbeda. Alhamdulillah dengan banyak diskusi sebenarnya, sosis berakhir. Walaupun dia masih merasa bahwa ternyata persiapannya kurang karena masih banyak hal-hal yang belum terpikirkan. Tapi di samping itu memang banyak ilmu dan PR yang dia dapat. Alhamdulillah. :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar