Gak apa-apa, kan Teteh yang ditiru

Cerita minggu pagi yang memang Saya agendakan untuk diam di rumah. Tentatif tentunya karena siangnya harus ke kampus menengok sekolompok adik-adik yang Saya percaya akan meneruskan kami. :)

Di mulai saat Saya memutuskan untuk membuat proyek 'menghias' kamar karena banyak kertas bekas laporan yang sayang untuk dibuang. Akhirnya terpikirkan untuk meremas dan membuat bola-bola yang digantung benang yang memang ditujukan akan digantung. Di samping Saya, ada adik yang sedang bermain Plants Vs Zombie di laptop dan tiba-tiba terhenti gara-gara baterai laptopnya habis. Dia memutuskan berhenti dan akhirnya berkata,
      "iken mau buat juga ah".
Refleks Saya berkata,
      "Jangan meniru!"
      "Gak."
Dia benar-benar membuat sesuatu juga di kamarnya. Karena penasaran, akhirnya Saya mengecek ke kamarnya. Sedikit kesal saat melihat ternyata Dia membuat hal yang sama, hanya kertas yang digunakannya saja yang berbeda. Saya langsung berkata,
     "Ih niru!"
     "Atuh da. Udah Iken utak-atik jadi bentuk lain susah"
Saya kembali ke kamar. Tiba-tiba,
     "Ah ya gak apa-apa, kan teteh yang ditiru"
Kalimat terakhir itu membuat Saya berpikir, mungkin adik Saya dan adik-adik lainnya akan cenderung melakukan hal yang sama pada kakaknya atau sebutlah meniru. Kalaupun tidak meniru, ya meneladani. Ah ada ketakutan kalau Saya tak mampu memberi teladan yang baik apakah adik Saya akan meniru juga? Mudah-mudahan tidak. Atau setidaknya Saya sebagai kakak memang harus memberikan contoh dan teladan yang baik agar seandainya ditiru, ya meniru yang baiknya.

2 November 2014

2 komentar:

  1. quote "sekolompok adik-adik yang Saya percaya akan meneruskan kami. :)"

    sepakat..namun bagaimana jika 'adik-adik' tidak mengindahkan contoh yang diberikan oleh kakaknya?

    BalasHapus
  2. Setiap adik punya jalan hidup masing-masing, jika kebetulan sama belum tentu sengaja untuk disamakan. Setiap kakak (yang baik) selalu ingin adiknya lebih baik dari kakaknya. Jika bentuk pengindahan contoh dari kakaknya tidak dilakukan tapi berdampak lebih baik, apa boleh buat karena begitu seharusnya. Tapi jika justru sebaliknya, bukankah seharusnya seorang kakak mengeluarkan otoritas memperbaiki adiknya?

    BalasHapus

[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman

  Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...