Kamu sudah seperti nikotin yang adiktif untukku
Dicari saat sendiri
Dicari untuk menemani
Aih benci sekali
Tak bisa dibilang kamu penuh pesona
Hanya karena aku suka
Matamu, bohong jika kubilang terang layaknya bintang
Hanya saja memang meneduhkan dan mampu menarikku dalam nyaman
Caramu menarikku
Layaknya kamu menarik orang - orang bernyanyi bersamamu
Aduuuuh Kamu
Sialan Kamu!
Kurang ajar tanpa ketuk pintu dulu
Buatku hafal frekuensi suaramu
Sampai tak tahan untuk menoleh melihatmu
Sampai tiap saat aku layaknya pencuri yang memandangimu
Sekedar mencuri pandang hidung mancungmu, ujung rambutmu, senyummu
Sekedar memandangmu
Perlu tau
Aku suka lagumu meski kabur tersapu hujan
Boleh sekali saja kutinju?
Hanya ingin melampiaskan kebencian pada adiktifmu
Karena setelahnya terpaksa habis kan kutelan
Kutendang badanmu untuk menunjukkan kamu tak sesempurna itu
Tapi kamu menghanyutkanku
Membuatku menunjukkan senyum penuh arti tanpa henti
Itu benciku
Terpaksa kutulis kamu
Untuk menunjukkan aku tak butuh sempurnamu
Dalam teduh pohon dibalik panas
Batukaras, 20 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman
Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...
-
Allāh ﷻ telah mengabarkan di dalam Al Qurān bahwa Allāh ﷻ memiliki nama dan sifat. Allāh ﷻ berfirman : ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﺄَﺳۡﻤَﺎٓﺀُ ﭐﻟۡﺤُﺴۡﻨَﻰ ...
-
Gurau inilah awalnya Menerbitkan sapa tatkala jumpa Menerangi tawa tanpa lelah Menenggelamkan lamunan kala malam Semua ini diluar hitun...
-
Kala gelaran siang digulung malam Pecah kepala menelusuri jalan Jengkal peristiwa kala bumi berotasi Rinci, mencoba tak melewatkan detil ...
siapa ra? :P
BalasHapusApa yang siapa teh? :D
BalasHapus