Hallo Nona,
Senang sekali bermurung diri. Menyimpan asa dan ragu sendiri. Tidakkah itu rasanya sulit Nona?
Bohong sekali jika menjawab tidak. Tanpa kamu bilang pun, semua gerakan memperlihatkannya. Aku tahu kamu menyukai hujan Nona. Tapi bukan begitu caramu menikmatinya. Kamu suka tapi tak melamun bersamanya. Aku tahu itu Nona. Jangan berbohong, bahkan pada dirimu sendiri. Cukup Nona.
Tapi Nona. Tahukah apa yang selau aku suka dari dirimu? Kamu selalu mampu menjadi sosok yang kuat untuk setiap orang. Kamu selalu berusaha membantu meski aku tahu kamupun selalu butuh bantuan. Tuhan memang Maha Hebat. Menciptakan cobaan dan ujian untuk menguatkanmu. Aku suka caramu bertahan Nona.
Namun disayangkan caramu bertarung kurang tangguh. Kamu terlalu banyak diam dibandingkan bangkit. Sebatas itukah kekuatannmu untuk menyerang dunia Nona? Dunia tak akan sulit untuk kamu genggam. Ber
usahalah lebih keras Nona. Ayo berjuang. Ingat selalu mottomu Nona yang Tuhan agungkan dalam kitabmu, "Bersama kesulitan ada kemudahan".
Dari Pejuang yang tak pernah menyerah
18 Januari 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman
Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...
-
Allāh ﷻ telah mengabarkan di dalam Al Qurān bahwa Allāh ﷻ memiliki nama dan sifat. Allāh ﷻ berfirman : ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﺄَﺳۡﻤَﺎٓﺀُ ﭐﻟۡﺤُﺴۡﻨَﻰ ...
-
Gurau inilah awalnya Menerbitkan sapa tatkala jumpa Menerangi tawa tanpa lelah Menenggelamkan lamunan kala malam Semua ini diluar hitun...
-
Kala gelaran siang digulung malam Pecah kepala menelusuri jalan Jengkal peristiwa kala bumi berotasi Rinci, mencoba tak melewatkan detil ...

Untuk pejuang yang tak pernah menyerah:
BalasHapusDitentangnya gelap pada mendung
Ditembusnya duri pada kawat
Dihadangnya rintik hujan yang kiranya tak lagi selembut sore yang dulu
Dihadapnya maut yang akan kecamuk
"Aku ingin hidup!" serunya keras
"Biarlah nanti angin meremuk batangku, binasa kelopakku, cabik helai daunku, lepas cengkeraman akarku dari lumut pada tembok sepuh ini", menuding ia pada langit, "tapi kau tau, aku pernah hidup!"
Suara sayupnya melayang di awang
Sedikit makhluk yang menaruh peduli pada gerutu makhluk sekecil ini
Hanya batang-batang tembok yang tertrgun mendengar
Diam-diam dalam hati, mereka malu.
Diujung masa sana, seorang pemuda tertunduk.
"Makhluk kecil, kembalilah dari tiada ke tiada, bahagialah dalam ketiadaanmu", doanya dalam diam, untuk bunga-liar-kecil yang perlahan pupus.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus