Hallo Nona,
ini baru yang kedua, akan ada ketiga keempat dan ketakhinggaan yang akan ku buat untuk Nona tercinta. Atau jika bukan aku, mungkin ada yang lain yang akan membuatkannya untukmu, Nona.
Apa kabar Nona? Sehat? Jiwa? Rohani? Perlu kutanya mental juga? Baik - baik saja?
Aku tau kamu Nona, tak usah berkelit. Tak usah bilang baik - baik saja dan tersenyum seperti yang biasa kamu lakukan pada orang - orang. Ini waktu untuk kamu apa adanya.
Mari sini kupeluk Nona.
Nona, kamu tahu ada banyak orang yang menganggapmu kuat. Tapi aku selalu tau kamu tak sekuat itu. Meski kutahu juga kamu bukan orang yang lemah. Memang tak setegar batu karang, tapi kamu selalu berusaha untuk begitu. Ini bukan pujian, Nona. Karena aku tahu, Kamu tak begitu suka dipuji. Terkadang pujian membuat terlena dan tanpa sadar melemahkan. Aku suka bagian ini dalam hidupmu, Nona.
Kadang aku bertanya, kenapa kamu mengiyakan? Kenapa tak menolak saja? Bukankah kamu lelah? Jawabannya kamu tau sendiri, bukan. Kamu tertantang. Kamu ingin meninggalkan sesuatu untuk orang lain. Kebermanfaatan. Aku tak berani bilang, "Jangan menangis lagi untuk apa yang telah kamu pilih". Silakan menangislah sesekali untuk mengeluarkan beban yang tak bisa kamu sampaikan sekedar dalam tulisan atau ucapan, setelah itu bangkit lagi.
Aku meminjam suatu nasihat, "Memang ada titik dimana kita kerasa capeeee bgt.. Sama waktu naik gunung, ada kalanya kaki udh gemeter buat cuma naik selangkah. Kalo udh kaya gitu, gue biasanya brenti bentar. Berdiri, tarik nafas, minum. Trus gue liat kebawah, set, udah jauh juga ya gue jalan? Kalo gue turun skrg, rugi bgt, mending lanjutin, pasti cape nya kebalas sama indahnya puncak...". Anggap saja Nona sedang mendaki, meski ya aku tau pengalaman pendakian Nona tak banyak, tapi mungkin suatu saat orang tua Nona tak sungkan memberi izin jika Nona mendaki bersama imam yang dikehendaki. Hahaha. Kembali lagi, anggap saja Nona sedang mendaki untuk suatu pencapaian yang tinggi, indah puncak tak akan Nona tahu jika tidak dibuktikan sendiri.
Nona, ini jalan yang kamu pilih. Kamu sendiri paham Allah akan menguji seberapa besar niat dan tujuan atas apa yang kamu pilih. Kamu pun tahu, kamu bisa menyelesaikan ujian tersebut karena Allah menguji berdasarkan kemampuan hamba-Nya. Ingat sebenar - benarnya janji yang Allah buat, bersama kesulitan ada kemudahan. Allah juga menyampaikan kamu tak sendiri. Jika tak ada lagi yang mau mendengar, melihat bahkan meminjamimu bahu, kamu selalu tahu Allah bersamamu.
Semoga Allah selalu menyayangimu seperti Aku yang selalu sayang kamu.
Dari seseorang yang ingin bermanfaat bagi yang lain
13 Februari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman
Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...
-
Allāh ﷻ telah mengabarkan di dalam Al Qurān bahwa Allāh ﷻ memiliki nama dan sifat. Allāh ﷻ berfirman : ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﺄَﺳۡﻤَﺎٓﺀُ ﭐﻟۡﺤُﺴۡﻨَﻰ ...
-
Gurau inilah awalnya Menerbitkan sapa tatkala jumpa Menerangi tawa tanpa lelah Menenggelamkan lamunan kala malam Semua ini diluar hitun...
-
Kala gelaran siang digulung malam Pecah kepala menelusuri jalan Jengkal peristiwa kala bumi berotasi Rinci, mencoba tak melewatkan detil ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar