Melloooooow Bro

Astagfirullah, gak ada yang lebih baik dari-Nya. Itu mutlak dan tak terbantahkan.

Cuma mengutarakan buah pikiran yang pastinya pabaliut (apa ya sederhananya?).
Berawal dari banyaknya kabar duka yang terdengar minggu - minggu ini terus nyambung sama perasaan yang gak jelas gak puguh. Sampai akhirnya dapet ucapan Jahro dan Adil yang kayaknya menginterferensi secara konstruktif apa yang dipikirkan.

Belakangan ini otak memutar lagu :

Izinkan setiap pagi aku berada di depan pintu
Aku tak berani membangunkanmu
Dari renggutan malam yang menjagamu
Malam yang menghalangimu bertemu pagi hari
Aku hanya bisa menunggu dengan kekhawatiranku
Bertarung dengan waktu dan mengadu peluang itu
Peluang menyaksikanmu membuka pintu
Menyapaku dengan senyum simpul penyejuk pagi
Hingga khawatirku hilang meski kulihat lelah matamu
Padahal baru saja namun rasanya melelahkan
Seperti bertanya pada dahan bisu
Dipandangi bening embun pagi
Setiap tanda dan canda yang tak pasti
Mengumpulkan rasa takut
Takut hanya elegi pagi
Karena tak ada kepastian yang kupunya saat ini
Aku takut
Aku takut menjerat dan terjerat

Lagu yang membuat terbang dan menghempaskan. Soalnya inget punya nazhar dan takut dilanggar. Tapi pertanyaannya, tak bolehkah? Hanya membiarkan nyaman, menikmatinya? Hanya sekedar berpuisi? Melagukan setiap lagu rindu? Tak bolehkah (Bangz mellow abis haha)
Karena ini nazhar, sampai akhirnya kepikiran mungkin Sang Khalik sedang menjaga namun harus dengan cara berupa 'tamparan'. Iya karena setelah dipikir-pikir Saya tipe yang harus ditampar baru sadar juga. Tamparan seperti apa? Dengan memberikan musibah untuk orang di sekitar yang bisa jadi 'ancaman' untuk nazhar itu. Sejahat itukah? Atau terlalu baik? Sesak saja jika kenyataannya begitu. Sedih saja melihat mereka yang kita sayang seolah-olah tidak apa-apa padahal kenapa-kenapa.

Aduh maaf lagi mellow mode on.
Mudah - mudahan ini hanya pemikiran seorang yang tumpul ilmunya. Ya Allah~
Jatinangor, 3 Maret 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman

  Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...