Hujan

Ah sudah kubilang aku suka hujan. Sejuk setelahnya yang tak ada dua. Membawa harum tanah yang lama gersang. Mengaburkan setiap teriakanku agar tak mengganggu orang, hahaha. Belum lagi saat berlari bersamanya. Hujan selalu jadi saksi, saat aku menangis, saat aku marah, saat aku merindu, saat aku tertawa, saat aku terpana, saat aku menggila, saat aku menulis, saat aku bernyanyi, saat aku memutuskan kamu jadi inspirasiku. Aku tak merayu.
Banyak kisah yang kulalui bersama hujan. Entah itu hanya hujan yang malu-malu turun atau hujan yang penuh semangat menyerang dunia. Tapi kau tahu, aku selalu tersenyum saat hujan tiba. Senyum simpul tanda ragu, senyum terpaksa karena kecewa, senyum bahagia penuh rahasia. Saat terdengar ada pengorbanan, saat banyak gurauan, saat terdengar nyanyian, saat terbentang batas ketidakpastian, saat banyak harapan, saat ingin kebersamaan, saat salah makan, saat malu-malu membisu, bahkan saat menunggu hujan itu harus berhenti.

Selamat pagi hujan
Jangan lelah menemani
Aku tag buat jadi nama anakku kelak hahaha

Parakanmuncang, 20 April 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman

  Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...