Irasional

Bertemulah ia dengan titik keirasionalannya. Dinding rasional yang sejak awal dibangun kokoh, mulai retak perlahan menjadi bongkahan es yang meleleh. Ah tak paham lagi. Kelogisan yang dijadikan senjata bisa kalah hanya oleh satu kata. Satu rasa yang berdasar pada hati dan keimajineran suatu pertemuan. Gila bukan? Sudah benar-benar terjebak, mencuatkan berjuta alasan irasional. Memunculkan kerelaan pada sebuah harapan kosong. Makin gila bukan?

Setiap kekuatan pikiran menjadi tervisualisasikan dalam bentuk nyata. Namun tetap dalam nyawa irasional. Semuanya menjadi terasa mengganggu namun ditunggu dalam ragu. Sampai saat sisa rasional yang masih ada berkata, mungkin memang perubahan itu berhak ada. Bisa jadi ada yang tertinggal dan terpaksa meninggalkan. Adakalanya semua terasa irasional saat tak kuat untuk ditahan. Seperti sekarang.


Cimanggung, 5 April 2014
dan tiba-tiba muncul, aneh bukan?
Kamf!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman

  Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...