Sebuah Nama

Untuk sebuah nama yang hadir dikala luang. Kamu selalu hadir dan menyapa dalam diam. Seolah nyata padahal khayal. Sapaan yang ternyata dibuat atas dasar kekuatan bawah sadar. Sapaan yang ketika dijawab lenyap dan menghilang. Menyadarkan dari ketaknyataan.

Untuk sebuah nama yang tenang dalam 'ArsyNya. Kamu yang selalu menjadi rahasia dalam perpindahan siang dan malam. Rahasia yang tak bisa kuungkap dan tak mampu ketebak. Rahasia yang bahkan langitpun tak berani terbuka dan khianat pada Tuhannya.

Untuk sebuah nama yang cukup kala itu kuteriakkan. Kamu yang sekali saja mampu menggetarkan dan menghadirkan jutaan bisikan, Doa. Bahkan selalu kusempatkan agar hadir dalam lelap penghilang kelelahan. Selalu baik dan bahagia tanpa tau aku memang nyata. Selalu tersebut dalam tadahan tangan.

Untuk sebuah nama yang terpisah jarak dan waktu. Aku tak mau memaksa Sang Perencana. Aku hanya berusaha. Agar benang takdir itu menjadi semakin nampak dan jelas. Agar seulas senyum selalu hadir dalam kenyamanan dan kebersamaan.

Untuk sebuah nama. Entah rangkaian huruf apa yang kan membentuk namamu. Entah peristiwa apa yang akan menentukan pertemuan itu. Kau tahu, jika mencariku tanyakan pada Penciptaku. Jika menginginkanku, mintalah pada Yang Memilikiku.

Jatinangor, 18 Juni 2015
Di lorong yang mulai ramai


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman

  Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...