Selamat Hari Bapak

Pak, tiba-tiba kurindu
Di tengah malam setelah reda hujan
Rinduku malang melintang
Antara Jatinangor dan perbatasan Sumedang

Pak aku tak tau saat tangis pertamaku, bagaimana rasamu
Namun bahagiaku kala pagi menjelang kau bilang sayang
Meski sesekali gerutu menyerbu kala badan begitu lelah
Tapi aku merasa hilang jika tak ada sayang dari suaramu

Pak, aku selalu bangga disamakan denganmu
Tegas, keras, cuek, bijak, kuat, idaman ibu di rumah
Sifatmu turun padaku, lurus tanpa ragu
Versi perempuannya bapak Ibu bilang

Pak, tak banyak bingkai foto bersamamu
Bukan malu memamerkanmu pada dunia
Aku tak ekspresif, aku tak seperti si adik
Aku cukup senang dengan kecupan kening tiap pagi untukku

Pak, aku bukan lelaki yang tangguh
Aku hanya anak perempuanmu
Satu saat aku ingin melindungimu dan ibu
Menjadi labuhanmu seperti sekarang kau labuhanku

Jatinangor, 12 November 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman

  Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...