Untukmu Ibu

Lagi Bu
Aku jauh tak dipelukanmu
Aku tak memelukmu
Hanya memeluk malam tanpa disampingmu
Di sela hari berubah gelap dari jingga
Aku tak mampu menyusuri jalan pulang
Hanya berdiam mencipta jarak
Bukan niatku
Tapi khawatirmu selalu muncul tatkala aku jauh tak berkabar
Maafkan menanggung beban tanggungjawab
Aku sehat, aku baik, aku bahagia
Tak usah kiranya Ibu khawatir
Aku sedang memperkaya diri
Mencoba memperkuat diri sambil mandiri
Supaya aku bisa sekaya lapangnya hati Ibu
Sekuat Ibu yang menjaga bahtera rumah cinta
Aku tak sanggup bermanja bilang sayang
Aku hanya akan diam dan khidmat memelukmu dari belakang
Atau buru-buru menciumi pipimu sambil berlalu
Engkau paham betul sifat anak sulungmu ini kan Bu?
Aku tak pandai bermanja tak pandai bercerita
Aku hanya suka mendengarmu tertawa saat Engkau menikmati ceritamu Bu
Jenaka, saat Engkau melompat bahagia putrimu ini berdiam di rumah
Maafkan lagi Bu
Rindumu selalu kubuat menumpuk
Sayang itu saat doaku terurai pada Penciptamu, Penciptaku
Betapa Dia menciptamu penuh cinta
Sampai cinta itu membuncah tanpa habis kurasa


Jatinangor, 22 Desember 2015
Bukan berarti hari lain bukan hari Ibu, hanya saja menyampaikan saat momennya tepat tentu akan lebih berharga
Selamat Hari Ibu

Anakmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman

  Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...