Nada itu tak selamanya indah
Perkenalkan aku nada sumbang
Ditulis dari hati yang kokoh
Kokoh diam merahasiakan dari bibir
Nada sumbang yang tak jarang angkuh
Mengiringi muka yang berpaling
Seolah setiap belah dunia harus tau
Aku tak mau peduli
Meski kau tampak di muka
Aku mampu mengelak
Nada sumbang itu teriak
Teriak dalam heningnya senyap
Mengacak lamunan angan cantik
Menggelayut senyum hangat
Bersama lembutnya bayu
Tapi nada sumbang malah menghentak
Tak peduli aku yang mengerahkan tenaga
Seenaknya dia berkonser ria
Mengacak frekuensi aliran darah
Beribu bait kutulis
Penuh penghayatan penuh jiwa
Kubayangkan wajahnya
Kurekam suaranya
Mendayu dari getaran pita suaranya
Kulantunkan dalam diam
Kukeraskan diiringi petikan dawai
Ah ini diciptakan agar sumbang
Agar tak dinyanyikan lagi
Agar dilepaskan bersama lembayung pembawa hitamnya malam
Cimanggung, 13 Mei 2016
Setahun lamanya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman
Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...
-
Allāh ﷻ telah mengabarkan di dalam Al Qurān bahwa Allāh ﷻ memiliki nama dan sifat. Allāh ﷻ berfirman : ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﺄَﺳۡﻤَﺎٓﺀُ ﭐﻟۡﺤُﺴۡﻨَﻰ ...
-
Gurau inilah awalnya Menerbitkan sapa tatkala jumpa Menerangi tawa tanpa lelah Menenggelamkan lamunan kala malam Semua ini diluar hitun...
-
Kala gelaran siang digulung malam Pecah kepala menelusuri jalan Jengkal peristiwa kala bumi berotasi Rinci, mencoba tak melewatkan detil ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar