Hitam Bercawan Merah Jambu

Dua sendok teh penuh
Sejumput pasir tebu
Diaduk penuh Asmara
Tampak nikmat kepulannya
Ah lengah melanda
Airnya tak seratus derajat
Hanya hangat kuku panasnya
Terlanjur tertuang sudah
Nikmati sajalah Nona

Nona tengah mendamba hidup
Tanpa polusi yang menyesaki
Tapi ini dunia bukan nirwana
Harapan bisa berujung angan
Nona sadar betul bukan?
Desah nafas tersengal buktinya
Terasa diikat bola besi berantai
Terseret di tengah panasnya sahara

Bibir menempel pada cawan
Menarik bulir cairan hitamnya
Lidah mengecap pahitnya
Kerongkongan melakukan tugasnya
Sudah tak panas ternyata
Kalor tergesa meninggalkannya
Menyatukan diri pada rinai
Tak peduli hangat atau dingin cawannya

Nona rasa lega melanda
Pahit masih bisa ditelan
Bahkan Sengaja tanpa ampun
Bersama ampasnya sekalian
Anggap saja ruwet hidup
Bisa begitu nikmat ditelan
Bahkan tanpa sisa serakannya
Secawan kopi penuh filosofi

Sumedang, 11 Maret 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman

  Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...