Sungguh, abaikan judul yang juga sangat ingin saya abaikan ini. Rasanya konyol sekali saat itu bertanya di WA grup Bengkel Diri Level 2 terkait tugas blog ini. (Haduuuh) Memang ya, yang tidak berilmu memang suka ngaco, seperti waktu itu belum menyimak materi dan belum membaca tugas sudah berani-berani tanya-tanya. Astaghfirullah
Nah, terkait ilmu, salah satu motivasi terbaik yang saya punya untuk melanjutkan ke level 2 di Bengkel Diri adalah karena ingin menuntut ilmu. Dengan motivasi kuat seperti itu apakah lancar? Jawabannya tidak, ternyata tidak jauh beda dengan yang terjadi di BD level 1 yaitu kelas selesai namun tugas belum tuntas. Jangan ditiru memang karena banyaknya 'alasan' yang sebenarnya kadang-kadang dibuat-buat sekedar menjadi bahan blamming semata. Padahal, banyak juga yang lebih sibuk dari saya tapi mampu menyelesaikan tepat waktu. Maaf ya, jadi pengakuan dosa serta mohon doanya agar materi bisa segera dipelajari, tugas bisa ditunaikan dan ilmu segera diamalkan.
Bicara soal Bengkel Diri, sejak awal kelas Pendahuluan yang dibawakan oleh Ummu Balqis, saya merasa mendapat visi besar adanya komunitas ini (masyaAllah, barakallah). Berhubungan langsung juga dengan salah satu cita-cita hidup saya yaitu menjadi Ibu Profesional. Ibu profesional bukanlah profesi tapi membangun ulang fitrah kaum hawa yang sebenarnya tidak perlu lagi dibentuk namun cukup distimulus karena dasarnya kemampuan menjadi seorang ibu sudah ada sejak wanita tercipta.
MasyaAllah. Stimulus tersebut semakin kuat dengan ilmu-ilmu yang disampaikan oleh para fasilitator. Kesimpulan besar dari semua materi yang didapat adalah tentang fitrah. Kita, anak kita, suami, keluarga, bahkan lingkungan, semuanya sudah Allah ciptakan dengan fitrah yang baik, menghamba pada Allah, diciptakan sebagai Khalifah, seorang pembelajar, sempurna dengan bekal akal, semuanya sudah Allah bekali. Kita hanya perlu menjaga fitrah tersebut agar tidak menjadi pribadi yang fitrahnya terkikis karena sudah tidak sensitif lagi dengan keberadaanNya. Kita hanya berusaha memang, sebaik-baik penjaga tentu Rabb yang paling paham diri kita yaitu Allah.
Bogor,
14.10.2020
Beradab, berilmu, beramal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar