Menyembelih termasuk ibadah yang agung di dalam agama Islam ini. Didalamnya ada pengagungan terhadap Allah, Rabb semesta alam, dan merupakan wujud cinta dengan mengorbankan sebagian harta kita untuk Allah. Seperti Ibadah qurban di hari raya, aqiqah, dan juga hadiyuh bagi sebagian jama’ah haji.
Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah memerintahkan kita menyerahkan ibadah yang mulia ini hanya untuk Allah semata. Sebagaimana firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى :
“Maka shalatlah dan menyembelihkan untuk Tuhanmu” (Qs Al Kautsar : 2)
Barang siapa yang menyerahkan ibadah menyembelih ini untuk selain Allah dalam rangka mengagungkan dan mendekatkan diri kepada selain Allâh sama saja kepada seorang Nabi atau kepada seorang wali, atau kepada jin dan lain-lain maka dia telah terjatuh kepada syirik besar yang mengeluarkan seseorang dari Islam, membatalkan amalannya, dan terkena ancaman laknat dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ :
“Allâh melaknat seseorang yang menyembelih untuk selain Allâh” (HR. Muslim)
Dan makna dari laknat adalah dijauhkan dari rahmat Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Oleh karenanya, janganlah sekali-kali kita sebagai seorang muslim berkorban dan menyembelih untuk selain Allah sedikitpun. Meskipun dengan seekor lalat, dengan harapan untuk mendapatkan manfaat atau terhindar dari mudharat. Kita harus yakin sebagai seorang muslim bahwa manfaat dan juga mudharat di tangan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى semata dan hanya kepada-Nya lah seorang muslim bertawakal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar