Pagi buta sudah disambut mata pedang waktu
Menikam sang empu yang masih bergelut mimpi buruk
Sang empu hanya menganga melihat waktu tak mau menunggu
Sudah tak mau tahu
Waktu pun sudah tak mau mengerti
Matahari dibiarkan meninggi
Padahal kami masih ingin berbalut tanah
Meski dingin
Meski kotor
Bahkan tak jarang penuh lumpur
Daging ini jadi santapan pembuka sarapan
Disayat pedang waktu yang kian hari kian terasah
Sedikit pedih mengucurkan bulir darah penyesalan
Sakit sudah tak mau dirasa
Sekarang berlari saja
Sebelum sayatan pedang itu makin gila
Jatinangor, 24 Februari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman
Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...
-
Allāh ﷻ telah mengabarkan di dalam Al Qurān bahwa Allāh ﷻ memiliki nama dan sifat. Allāh ﷻ berfirman : ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﺄَﺳۡﻤَﺎٓﺀُ ﭐﻟۡﺤُﺴۡﻨَﻰ ...
-
Gurau inilah awalnya Menerbitkan sapa tatkala jumpa Menerangi tawa tanpa lelah Menenggelamkan lamunan kala malam Semua ini diluar hitun...
-
Kala gelaran siang digulung malam Pecah kepala menelusuri jalan Jengkal peristiwa kala bumi berotasi Rinci, mencoba tak melewatkan detil ...
super...
BalasHapusemosi nya terasa hingga darah, pedihnya terasa hingga ulu.
Hahaha
HapusKejadian yang setiap orang pasti pernah alami