Sehat Nona?
Sudah jelas dari lunglai jalanmu, kamu sedang tak sehat, kan? Iya, tau kok kamu kuat. Buktinya masih bisa memaksakan diri kan ya? Hehe. Karena kamu jarang memberi tau orang lain yang akan memperhatikanmu, maka pesan pertamaku sudah cukup jangan selalu memaksakan diri. Istirahatlah. Tunaikan hak tubuhmu. Kamu harus bisa memperhatikan diri sendiri Nona.
Ah lupa, belum kuucap salam
Assalammua'alaikum. Maaf ya, aku mudah lupa seperti kamu. Bahkan lupa pulang ke rumah. Haha. Kasihan adikmu yang sampai - sampai menyebut kamu 'Teteh Toyib' gara-gara jarang pulang. Paham kok, tapi ya setidaknya tadi malam harusnya kamu pulang. Hmm jangan jadikan refreshing sebagai alasan utama. Harusnya kamu pulang. Belum lagi, dengan kondisi kamu yang sekarang, kamu harus jauh lebih mandiri. Gak bisa mengharapkan Pangeran Berkuda Besi yang tiba-tiba menawarkan 'Sini, Gue anter'. Peluangnya kecil sekali. Pokoknya, kalau ada kesempatan lagi, manfaatkan Nona. Jangan sampai kemalaman lagi. Aku sih kasihan sama badan kamu. Kasihan sama orang rumah juga. Masa kamu nggak?
Aku tau, kuat yang kamu tunjukkan terkadang tak merepresentasikan kekuatan di dalam jiwamu. Seperti sekarang ini. Sebenarnya kamu sedang lemah. Kamu sedang butuh sekali diperhatikan, butuh sandaran. Saat kamu ingin bersandar pada seseorang, orang yang kamu datangi justru merasa kamu sandaran untuknya. Haha, resikomu Nona. Mungkin orang lain yang menganggapmu kuat dan memang lebih butuh kamu. Sabar, nanti akan ada saatnya datang orang yang lebih kuat darimu dan selalu kamu cari. Sudah ada? Siapa? Dia yang suaranya menentramkan? Dia yang matanya meneduhkan? Dia yang percakapan tanpa pertemuan pun selalu kamu rindukan? Haha mungkin dia kurang peka. Jangan terlalu memaksa Nona.
Keyakinanku tak pernah berkurang kalau kamu bisa dan kuat. :)
Peluk hangat untuk Nona.
Dari seseorang yang menjadi bahan bakarmu, semangat.
Jatinangor, 26 Maret 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar