Untuk Bapak Yang Dicaci

Sebelumnya, betapa Saya ingin tertawa  dan menyampaikan, "Ini Bapak yang Anda pilih. Dengan segala rayuan maut yang sekarang hanya tinggal mautnya saja yang bersemayam." Namun atas dasar rasa kemanusiaan dalam diri dan kesadaran senegeri, tak pantas Saya menertawakan mereka yang memperjuangkan Bapak kemarin. Tapi mohon izinkan Saya tetap menertawakan Bapak karena lawakan Bapak pada negeri yang kami cinta ini. Saking lucunya lawakan Bapak, kami menangis. Hebat.

Saya bukan orang yang paham politik begitu dalam, Saya juga tak pandai memimpin ratusan jiwa, hanya saja ketika Saya memandang dari satu pihak sebagai rakyat biasa dengan keadaan harga BBM yang anteng berosilasi alias naik turun, dollar melambung tinggi, adu jotosnya para pemimpin lembaga negara dan hal-hal kecil lain yang kerap kali lupa diperhatikan saking bosannya. Inikah kebijakan terbaik yang bisa Bapak lakukan?

Saya bukan 'alim ulama yang penuh dengan ilmu yang baik. Namun Saya selalu meyakini bahwa amanah tidak akan jatuh ke tangan yang salah. Namun, sekarang Saya merasa hal tersebut menjadi polemik bagi diri Saya sendiri. Mengapa amanah besar seperti ini jatuh di tangan Bapak? Keyakinan Saya yang salah atau memang pada dasarnya amanah ini bukan hak Bapak yang Bapak curi? Mana bisa, kan? Ah, mungkin amanah tidak akan jatuh ke tangan yang salah tapi pengecualian untuk Bapak.

Pak, posisi Saya yang hanya rakyat biasa kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas bangsa ini oleh Yang MahaKuasa, apalagi Bapak. Tolong jangan gegabah, menyutradarai bangsa karena pada hakikatnya sutradara sebenarnya bukan Bapak. Jangan lagi mementingkan golongan dan mau diperbudak lagi Pak. Belum genap setahun perjalanan Bapak. Masih begitu panjang, jangan sampai kami semakin muak.

Maaf Pak, kalau Saya tidak solutif. Bapak paham mengapa, bukan?

Sumedang, 3 April 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman

  Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...