Resah itu kini makin kacau
Semakin jelas abstraksinya
Semakin sulit mendefinisikan
Aku kini berdiri sendiri
Mematung membelakangi lampu jalanan
Selangkah maju dalam mula
Bayangan muncul tepat di depan
Hitam tak nampak wajahnya
Namun jelas itu kamu
Karena kutahu kamu membayangiku
Lagi kulaju maju
Bayangmu membesar, besar dan besar
Ah tak guna menghindari cahayamu
Hanya membuat bayangmu makin besar
Aku hanya akan diam
Mungkin menunggu hingga bayangmu nampak
Bukan hanya hitam tapi penuh warna
Hitam biar saja hanya rambutmu
Yang kupandang di balik pohon tengah halaman
Jatinangor, 3 Agustus 2015
3 hari berturut-turut dalam mimpi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman
Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...
-
Allāh ﷻ telah mengabarkan di dalam Al Qurān bahwa Allāh ﷻ memiliki nama dan sifat. Allāh ﷻ berfirman : ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﺄَﺳۡﻤَﺎٓﺀُ ﭐﻟۡﺤُﺴۡﻨَﻰ ...
-
Gurau inilah awalnya Menerbitkan sapa tatkala jumpa Menerangi tawa tanpa lelah Menenggelamkan lamunan kala malam Semua ini diluar hitun...
-
Kala gelaran siang digulung malam Pecah kepala menelusuri jalan Jengkal peristiwa kala bumi berotasi Rinci, mencoba tak melewatkan detil ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar