Cukup seperti mentari
Bergulir mengiringi waktu
Pagi membentangkan hangat
Siang di puncak kepala manusia
Terkadang membias bersama awan sore
Sampai akhirnya tenggelam dalam pelukan malam
Begitu?
Tanpa buru - buru dan tergesa penuh tuntutan
Petikan berharga di kala matahari sedang mandi dan pikiran menggila
Dini hari, aku mulai paham
Pagi hari, aku malu kekanakan
28 Agustus 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman
Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...
-
Allāh ﷻ telah mengabarkan di dalam Al Qurān bahwa Allāh ﷻ memiliki nama dan sifat. Allāh ﷻ berfirman : ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﺄَﺳۡﻤَﺎٓﺀُ ﭐﻟۡﺤُﺴۡﻨَﻰ ...
-
Gurau inilah awalnya Menerbitkan sapa tatkala jumpa Menerangi tawa tanpa lelah Menenggelamkan lamunan kala malam Semua ini diluar hitun...
-
Kala gelaran siang digulung malam Pecah kepala menelusuri jalan Jengkal peristiwa kala bumi berotasi Rinci, mencoba tak melewatkan detil ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar