Bukti Untuk Nanti

Saat tiba-tiba waktu terasa membeku
Sekejap dalam satu kedipan mata
Hanya sekelebat pikiran berjalan
Menjemput kenangan dalam kotak hitam

(Sejak kapan kau tata disana?)

Aku hanya ingin berbisik dalam sujud
Sekedar berucap kala hujan berdecak
Agar samar, agar tak usah ada yang tahu
Belum waktunya, masih harus berbalut doa

(Lalu mengapa masih kuat terucap?)

Yang Maha Pengabul doa
Disini aku mengadu, maafkan aku
Bukan tak cukup dalam setiap rapalan doa
Aku hanya ingin satu saat menjadi bukti
Yang tak menyapa apalagi berjumpa
Yang tak bersua apalagi bicara
Bisa menjalin rindu yang padu

(Ah, satu kata itu tersebut juga)

Sumedang, 12 April 2017


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman

  Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...