Dengan mengukur setiap jengkal jarak rambut ke matamu
Dengan menerjemahkan setiap baris tawa, ragu, dan sedihmu
Dengan menggambar setiap titik senyum dan fokus pandanganmu
Dengan mengurai setiap daftar apa yang kamu suka dan tidak
Karena mengeja namamu rasanya sulit
Selalu menghasilkan gelombang tak menentu
Bahkan mampu mencuri detik waktuku
Jangankan lantang mengatakannya
Berbisik dalam doapun tak mampu
Namun aku percaya
Tuhan pandai membaca
Setiap goresan pena yang menuliskan namamu
Disini, di kerak terdalam hati
Jakarta, 08 September 2017
Aku menulisnya dengan tersenyum
Menyebutmu adalah Mengingatmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar