Ternyata rasa sayang memang selalu bisa menguatkan hati manusia. Bapak yang dengan tegas menolakku bekerja jauh dari rumah, demi melihat tekadku yang sudah bulat, beliau merelakan kepergianku untuk merantau jauh. Aku tak tahu rasanya jadi orang tua dan saat membayangkan pun tentu tak akan mendekati sama. Aku hanya mampu menebak jika hal tersebut berat, walaupun mereka mencoba menyampaikan izin seringan mungkin, “Iya, kami mengizinkan”.
Sehari sebelum keberangkatan Bapak pernah menyampaikan,
“Bekerja tak akan tenang apalagi senang kalau kita hanya membandingkan-bandingkan penghasilan dengan orang lain. Jadi, gak usah iri dengan rezeki orang lain, biar tenang. Fokus dan profesional dengan apa yang kita kerjakan. Rezeki sudah Allah atur” Aku hanya mengangguk, mengiyakan.
Berbeda dengan pesan ibu, “ah Ibu gak berharap anak ibu harus banyak uang tapi jauh dari Allah. Yang penting cukup, cukup waktu buat belajar ilmu agama yang banyak”. Aku mengangguk kembali, insyaAllah.
Nasihat selalu menjadi bekal selangkah lebih maju daripada materi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman
Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...
-
Allāh ﷻ telah mengabarkan di dalam Al Qurān bahwa Allāh ﷻ memiliki nama dan sifat. Allāh ﷻ berfirman : ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﺄَﺳۡﻤَﺎٓﺀُ ﭐﻟۡﺤُﺴۡﻨَﻰ ...
-
Gurau inilah awalnya Menerbitkan sapa tatkala jumpa Menerangi tawa tanpa lelah Menenggelamkan lamunan kala malam Semua ini diluar hitun...
-
Kala gelaran siang digulung malam Pecah kepala menelusuri jalan Jengkal peristiwa kala bumi berotasi Rinci, mencoba tak melewatkan detil ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar