Rindu itu selalu muncul sederhana, seperti saat menatap sebuah potret. Niat hati ingin menghilangkan, justru malah menggemukkan. Belum lagi jika datangnya bersamaan dengan menyendok nasi, langkah kaki, terpaan angin, hangatnya pagi, dan banyak lagi hal -sengaja atau tidak- merangsang neuron hingga menyentuh setiap saraf yang berujung mengilukan hati. Hadirnya selalu mudah, tapi melunasinya sukar, tak salah jika menanggungnya pun terasa berat. Selalu ada sisa yang akan menumpuk jika hanya menghadirkan suara atau wajah di layar kaca, raga -bagiku- jawaban terbaiknya.
.
Selamat berbuka puasa
Selamat menghilangkan dahaga, membasahi urat-urat, dan insyaAllah pahala.
.
Dari aku,
Bagian yang memilih berdamai dengan jarak
.
310517/Ramadhan ke-5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar