Entah kebiasaan ini datang sejak kapan sebenarnya. Kemungkinan terbesar sejak aku semakin tua, semakin ekspresif dan semakin suka bercanda hahaha. Sebenarnya aku bukan orang yang pendendam. Jika ada masalah dengan seseorang, aku cenderung akan langsung menyampaikannya. Jika aku kesal dan terpaksa marah, aku langsung lakukan dan setelahnya semua selesai. Jadi kata revenge atau balas dendam disini hanya istilah non-harfiah saja.
Setiap orang pasti pernah memiliki salah. Salah pada Tuhan yang sering disebut dosa, juga salah pada sesama manusia. Salah dari kita pada orang lain ataupun sebaliknya. Memaafkan dengan ikhlas adalah sebuah wujud paling mulia agar salah yang terjadi bisa semakin menguatkan empati. Tuhan saja bisa memaafkan dosa kita, mengapa kita tidak? Walaupun tidak dipungkiri bahwa memaafkan tidak selalu mudah. Nah sweet revenge ini semacam proyek pribadi yang aku buat agar bisa ikhlas atas kesalahan yang mungkin orang lain tak sadari sudah menyakiti hati kita. Hal yang dilakukan sederhana. Aku biasanya akan memberikan semacam hadiah untuk target. Hadiah yang dibuat sendiri dan sepenuh hati agar proses memaafkan akan berjalan alami sambil kita juga mengingat apa saja yang pernah dilalui bersama. Tidak harus mahal. Aku pernah memberikan makanan yang sengaja aku masak sendiri atau kerajinan tangan. Aku juga selalu menyertakan surat, sekedar ucapan selamat, terimakasih, atau maaf. Tidak bisa dipungkiri kita juga pasti punya salah, kan? Hasilnya? Selalu berbuah manis. Hubungan yang canggung dan rentan menjauh kembali membaik dan selalu berujung saling memaafkan. Yang paling terasa adalah kelapangan hati karena ikhlas memaafkan. Bagaimana rasanya? Silakan rasakan sendiri ??
Istilah mata dibalas mata, nyawa dibalas nyawa tidak selalu baik untuk dilakukan. Racun dibalas madu bahkan bisa membuahkan hasil yang lebih baik. Jadi, ayo saling memaafkan dan melakukannya dengan cara tak biasa! ??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar