Ibu, Anak Lelaki dan 10 Tahun Lebih

“Merantaulah, kenali dunia, pijakkan kaki di banyak tempat, rasakan rindu sebenar-benarnya rindu untuk pulang”. “Tapi, bagaimana jika rindu itu tak pernah berbalas, ketika rindu menjadi penyakit dan satu-satunya obat kini tak berwujud lagi, hanya terkenang di pikiran dan hati, raganya telah ditelan bumi?” Pertanyaan dalam suatu percakapan yang membayangkannya saja membuat paru-paru terasa menyempit. Sesak.

Jika aku adalah anak lelaki, pulang adalah pembuktian bahwa merantau adalah memberi harapan dan memperbaiki kehidupan. Bukan sekedar menumpang di tanah orang, tapi pencapaian kehidupan. Berat jika pulang hanya sekedar pulang tanpa membawa pangan, papan, dan sandang. Pantang pulang sebelum menang. Mungkin begitulah pikir anak lelaki. Mungkin.

Jika aku adalah ibu, pulang adalah pengobat rindu. Pulangnya seorang anak menjadi madu pahitnya menunggu. “Cukup pulang, bawa anak cucuku. Tak maukah kau cicipi lagi masakan ibumu, sebelum terlalu asin, manis, kecut masakan ibumu karena lidah sudah tak tajam lagi?” begitulah ibu. Nak, penyakitku sudah pandai menggerogoti badan.

Aku adalah waktu 10 tahun. Jarumku tak bisa menunggu. Tak bisa memikul gengsi anak lelaki untuk pulang atau menahan sakit yang menggerayangi badan ibu. Secara alamiah aku berputar ke depan berlalu. Jika ucap ibu sudah di penghujung waktu “kaulah satu-satunya lanang yang kutunggu”, bukan aku tak iba, tapi aku bisa apa? Mata anak lelaki yang biasa berapi, mengobarkan asa untuk keluarga kini berkaca. Mata itu memecah hati, apa dayaku? Aku hanya bisa membisu. Pertemuan ibu dan anak lelakinya berakhir dengan berbatas merahnya tanah dunia. 10 tahun lebih terpisah akhirnya usai. Tak ada lagi yang harus pulang dan menunggu. Usai. Semoga tanah surga bisa menggantikan semua duka, haru, dan pilu yang kusaksikan. Biarlah disana pertemuan itu tergantikan.

251216

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman

  Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...