Tenang

Ketidaksengajaan yang pasti Allah sengajakan untukku malam itu. Dengan keadaan Commuterline Bogor ke arah Jakarta yang tidak sepadat jam kerja, perbincangan dua orang pria di sebelahku terdengar jelas. Sebutlah pria yang muda M, pria yang lebih tua adalah A dan aku adalah R.

M : Mas, mungkin ada wejangan untuk sukses yang benar - benar sukses?
A : Tenang.
R : Tenang? *tiba - tiba menyaut dalam hati*
A : Kan kalau dalam Al-Qur'an, Yaa ayyuhannafsul muthmainnah; irji'il ila rabbiki radhiyatam mardhiyyah (Qs Al - Fajr : 27-28)

Aku memutuskan pulang ke satu tahun lalu kala seorang ustadz menjelaskan tafsir ayat tersebut dan mengingat belakangan ini aku begitu mengejar sesuatu yang menurutku adalah suatu kesuksesan tapi aku hilang ketenangan karenanya. Bukankah kita juga seringkali mengejar kesuksesan entah itu karir, jabatan, gelar, harta, status sosial, dan apapun definisi kesuksesan lainnya menurut orang di dunia yang tak jarang membuat hati dan pikiran kehilangan ketenangan. Tak jarang ketidaktenangan tersebut yang membuat kita terseret pada jalan menghalalkan segala macam cara asalkan apa yang kita kejar bisa kita raih dan taklukan. Jika sedikit saja kita mau merenung, ketenangan seperti yang Bapak A sampaikan adalah tentang bagaimana kita mengejar sesuatu dengan kalem, tidak tergesa-gesa, tapi tetap berikhtiar di dalamnya dan pasrah akan ketentuan-Nya, bahkan yang sempat aku bayangkan adalah ketenangan air mengalir yang pasti sampai ke muaranya. Tenang disini adalah rasa aman dan puas karena kesuksesan yang kita tuju adalah ridha Allah. Kalau mau melanjutkan dua ayat selanjutnya kita akan menemukan Surga sebagai balasan terbaiknya. Yaa, karena memang sukses sesungguhnya bagi manusia adalah saat Allah ridha kita masuk ke SurgaNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman

  Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...