Aku dan Puisi

Beberapa orang yang bertemu dalam suatu pertemuan singkat denganku pasti akan merasa sangat heran saat kusuguhkan isi blogku. Bagaimana tidak, aku pun terkadang merasa aneh dan tidak percaya saat membaca isi blog ini. Sampai-sampai sering kali terlintas pertanyaan, "ini serius aku yang buat? Apa mungkin aku salah akun?". Namun percaya atau tidak (aku pun berhasil tetap percaya), blog dan isinya memang aku yang buat.
Bagi kamu yang heran, mengapa isi blogku kebanyakan adalah puisi dengan jenis romansa -yang mungkin menurut orang 'bukan terlihat jenis yang aku suka'- menunjukkan bahwa aku memiliki sisi halus disamping sisi kasar dan serampangan tubuhku. Sejujurnya, aku tetap seorang perempuan biasa, namun tak akan aku jelaskan perempuan biasa seperti apa. Aku tetap butuh sesuatu untuk menstabilkan emosi kala aku merasa jatuh hati, sakit hati, dan emosi lainnya yang pada dasarnya karena satu kata yang orang bilang cinta-rasanya geli sekali-. Ya, semua pelampiasanku ada pada puisi-puisi romansa ini.
Kau tahu, bercerita, curhat, apapun istilahnya adalah hal yang sangat sulit kulakukan sebagai bentuk penumpahan dan peluapan agar perasaanku menjadi lega. Selalu saja ada bagian yang harus kusembunyikan dari seorang kawan dalam rentetan kalimat pada curhatan-curhatanku. Akibatnya perasaan lega yang seharusnya tiba setelah aku bercerita pun tak kunjung hadir. Aku menjemputnya lewat setiap bait dalam puisi. Aku mengekspresikan setiap rasa dalam kata yang maknanya tetap bisa kusembunyikan dari dunia. Setiap kiasan boleh orang terjemahkan sendiri saat mereka membacanya, tapi makna paling nyata jelas aku yang punya. Perasaanku tetap lega dan bisa kubilang bahkan menjadi karya. Maka dari itu, aku selalu bersyukur dan berterima kasih pada rasa apapun dan siapapun orang yang tengah mendarat dalam lapangan hatiku. Sekalipun ia menjelma menjadi sakit. Ia mampu menjadi inspirasi dalam puisi-puisiku. Sejujurnya aku tak mampu membuat puisi begitu saja tanpa didasari perasaan terinpirasi dari objek yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman

  Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...