Masa Perempuan Begitu?

“Masa perempuan begitu. Lihat bahkan kerudungnya pun lebih panjang dari mama”

Sederhana namun penuh arah. Entah beliau masih mengingatnya atau tidak, namun untukmu yang menjadi perantara gelombang kalimat ini sampai ke gendang telingaku tolong sampaikan terimakasih sedalam hatiku yang dangkal ini beriring dengan rasa hormatku. Saat itu, memang rasanya agak kurang nyaman. Pakaian dan jilbab yang selama ini kukenakan apakah memang hanya sebatas bungkus yang menempel? Beliau mengantarku pada gerbang pikiran dengan melapangkan hati untuk memahami. Sungguh, aku begitu malu jika sedikit saja marah terselip dalam benakku dalam mencerna 11 rangkaian kata tersebut. Rangkaian kata yang membuatku mencoba memahami makna sebenarnya kenapa Illah yang tak ada satupun tandingannya memerintahkan kami mengenakan jilbab ini. Bukan hanya sekedar memakainya karena kewajiban sebagai perempuan, tapi memakainya penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Bukan hanya simbol, tapi lebih dari itu inilah jati diri. Bukan sekedar pelindung, tapi penghalang dari yang tak Allah ridhai, insyaAllah.

Pembelajaran ini jauh dari cukup, apalagi dengan banyaknya ketidaktahuan yang kumiliki. Namun, dari beliau aku bermimpi tentang kemuliaan, hal yang selama ini bahkan aku kesampingkan. Kalimat tersebut sungguh memiliki peran besar bagiku, kejujurannya jelas terasa sampai saat ini.

Sekali lagi, Jazakumullahu Khairan Katsir.

Aku tak mampu melanjutkan, terlalu rumit mengejawantahkan. Semoga Allah memberi kesempatan bertemu lagi dengan beliau untuk sekedar berterimakasih dan berbagi senyuman. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

[SI 04] Halaqah 07 - Rukun Iman

  Amalan bathin yang paling penting dalam syariat islam yang dibawa oleh Rasūlullāh ﷺ adalah Rukun Iman yang jumlahnya ada enam, sebagaimana...